Mencari Hikmat di Kampus Merah

Kado kecil Ultah 62th Universitas Hasanuddin

 Oleh : Amran Razak (Angkatan 1976 Fekon Unhas)

Wikipedia menuliskan ‘hikmat’ atau ‘hikmah’ (wisdom) adalah suatu pengertian dan pemahaman yang dalam mengenai orang, barang, kejadian atau situasi, yang menghasilkan kemampuan untuk menerapkan persepsi, penilaian dan perbuatan sesuai pengertian tersebut. Seringkali membutuhkan penguasaan reaksi emosional seseorang (passions) supaya prinsip, pertimbangan dan pengetahuan universal dapat menentukan tindakan seseorang.

Hikmat yang mungkin berkaitan dengan lingkup dan cakrawala Universitas Hasanuddin (Unhas) sekadar menggambarkan suatu kejadian atau situasi yang rada sakral penuh hikmat. Situasi bernuansa intelektual menggema di suatu ruang tertutup semisal penerimaaan maba, wisuda sarjana dan dies natalis. Masih adakah hikmat di seantero kampus Unhas diusianya yang  makin menua : 62 tahun ?

***

Setidaknya ada tiga lagu kebesaran pembawa hikmat, sepanjang perjalanan Unhas dalam memacu diri sebagai salah satu perguruan tinggi besar di Indonesia.
Pertama; lagu keramat saat penyambutan mahasiswa baru, Gaudeamus igitur. Gaudeamus igitur, iuvenes dum sumus/Gaudeamus igitur, iuvenes dum sumus/Post iucundam iuventutem/Post molestam senectutem/Nos habebit humus nos habebit humus. (Karenanya marilah kita bergembira selagi masih muda, seusai masa muda yang menyenangkan, seusai usia tua yang penuh kesakitan, bumi akan memiliki tubuh kita).
Sungguh hikmat rasanya, saat menyanyikan lagi Guadeamus Igitur, dari semangat siswa menjadi mahasiswa. Menyandang status mahasiswa merupakan suatu kehormatan tersendiri, terpelajar dan terpercaya membawa suara rakyat. Merenda masa depan dengan buku, organisasi dan cinta. Setiap hari menelusuri koridor kampus, mengisi deretan kursi ruang kuliah, antrian di laboratorium dan menelisik isi perpustakaan serta ‘ngisi perut’ di kantin kampus. Ada yang berhasil, ada yang tertunda, ada yang dipinang orang, ada pula yang sekedar nama – pernah mahasiswa alias DO. Gaudeamus igitur, iuvenes dum sumus.
Kedua; MARS UNHAS. Universitas Hasanuddin/Panjimu kita bawa serta/ Pancangkan di medan bakti/Namamu kita bawa bersama/Membina kejayaan nusa/Indonesia bahagia/Putra-putrimu kini bangkit/Dengan jiwa Hasanuddin/Relakan kami padamu negeri/Izinkan kami bagimu pertiwi/Almamater Universitas Hasanuddin/Karunia Ilahi/Ayam jantan lambang perkasa/Benteng teguh wirabuana/Ke Timur ke Barat satu Utara Selatan Nusantara/Nusa Bhineka Tunggal Ika/Nyiurmu dan padimu/Gelora pantaimu lembah gunungmu/Menjadi tempat mengabdi/Ilmu amal padu mengabdi/Di pagi cerah senja teduh/Putra-putrimu berteguh seia sekata/Tunggal Ika Menjadi pandu-pandu bangsa/Teguh padu bergerak maju/Menuju gerbang ilmu amal/Kita wujudkan bersama.
Syair dan lagu ciptaan dua alumni Fakultas Sastra (Mattulada dan HD Mangemba), telah bergelora membangkitkan kehadiran Unhas sejajar dengan beberapa perguruan tinggi termuka di Indonesia. Alumnus Unhas akan terkesima bila menyimaknya, dan akan mengusik rindu pada almamater.
Ketiga; HYMNE UNHAS. Dengarlah angin laut bertiup pagi hari/Lihatlah pinisi berlayar ke cakrawala/Kokok ayam jantan telah membangunkan kami/Kini kami bangkit menunaikan cita-cita/Adalah benteng-benteng perlambang keteguhan/Ada daun lontar tempat ilmu dituliskan/Ada padi makin berisi makin rendah hati/Kini kami bangkit merampungkan hari depan/Berteguh hati kami memasuki gerbang ilmu/ Berfikir kritis serta analitis selalu/Cinta kami untuk bangsa dan alam Indonesia/ Taqwa kami pada Allah Maha Bijaksana/Universitas Hasanuddin/Sumber mata-air ilmu kami/Tempat latihan amal kami/Universitas Hasanuddin/Terima, terimalah cinta kami.

Dua puluh dua tahun yang lalu, ketika Dies Natalis ke 40 Unhas, Hymne Unhas dikumandangkan pertamakali. Semula Hymne Unhas adalah rangkaian puisi penyair tersohor Taufiq Ismail (penulis sajak Almamater masa angkatan ‘66). Taufiq memberi judul puisinya “Lihatlah Pinisi Berlayar Ke Cakrawala”, lalu dijadikan Hymne Unhas, setelah Piet J.Leiwakabessy memenangkannya melalui lomba cipta lagu nasional.

Hasil gambar untuk tema dies natalis unhas ke 62

 

Tepatlah kiranya kiranya jika Dies Natalis Unhas ke 62  mengambil tema :  “Inovasi Berbasis IPTEKSBUD Di Era Industri 4.0” dalam upaya menjawab masa  disrupsi  dan pemenuhan ketajaman  skill abad 21 (21st Century Skills)

 

***

Sungguh hikmat, lagu Mars dan Hymne Unhas telah membentang rentangan nada-nada berjaya di masa depan yang harus dilalui Universitas Hasanuddin. Adakah visi dan misi Unhas berpacu dalam hikmat Mars dan Hymne Unhas tersebut ?? Entahlah !!. Selamat Ultah ke 62 Unhasku. Selamat Datang mahasiswa baru ‘2018. Selamat jalan alumni baru . Ada yang masuk – ada yang ke luar di dua gerbang ilmiah – kampus  merah  Tamalanrea.@

 

___________________________________________ *Dimuat : Tribun Timur (OPINI), 08 Sep’ 2016