Menelusuri Status Ekonomi Covid-19

Oleh  :  Amran Razak (Guru Besar Ekonomi Politik Kesehatan, FKM-Unhas)

Sebuah lembaga independen berkelas dunia, di bawah koordinasi PBB mengungkapkan data bahwa kebanyakan pasien covid-19 dari kalangan kaya.

Lembaga World Food Programme (WFP) mencatat bahwa berdasarkan data masyarakat terinfeksi virus corona di seluruh dunia, terdapat klasifikasi pasien Covid-19 berdasarkan empat kelas pendapatan yang berbeda diukur dari pendapatan suatu negara. Klasifikasi itu terdiri atas kelas atas (high income), kelas menengah atas (upper middle income), kelas menengah bawah (lower middle income), dan kelas bawah (low income).

Data yang dihimpun WFP hingga  Selasa (14/4/2020) pukul 23:59, menunjukkan bahwa pasien Covid-19 banyak yang berasal dari masyarakat di negara dengan pendapatan kelas atas dan kelas menengah atas. Berdasarkan data kasus terkonfirmasi, lembaga ini mencatat sebanyak 1.583.112 pasien berasal dari negara dengan masyarakat pendapatan kelas atas, dengan tingkat kematian sebanyak 110.002 jiwa. Berikutnya, sebanyak 340.385 pasien merupakan dari negara yang memiliki masyarakat pendapatan kelas menengah atas dengan tingkat kematian sebanyak 13.806 jiwa . Kemudian, sebanyak 45.607 pasien merupakan negara dengan masyarakat pendapatan kelas menengah bawah dengan tingkat kematian 1.952  jiwa. Terakhir, tercatat 3.488 pasien merupakan negara dengan masyarakat pendapatan kelas bawah dengan tingkat kematian 127 jiwa.

Klasifikasi WFP merujuk pada pembagian pendapatan negara berdasarkan tahun fiskal 2020 oleh Bank Dunia atau World Bank. Bank Dunia melakukan penghitungan menggunakan metode Atlas Bank Dunia. Kelas bawah didefinisikan sebagai negara yang memiliki Pendapatan Nasional Bruto (PNB) per kapita sebesar atau kurang dari 1.025 dollar Amerika Serikat pada 2018. Kelas menengah bawah adalah negara yang memiliki PNB per kapita antara 1.026 dollar AS dan 3.995 dollar AS.

Covid-19 statistics by income group 

Confirmed                              cases Deaths
High income 1,583,112 110,002
Upper middle income 340,385 13,806
Lower middle income 45,607 1,952
Low income 3,488 127

Sources : hungermap.wfp.org (14 April 2020;:23:59)

Lantas, kelas menengah atas adalah negara yang memiliki PNB per kapita antara 3.996 dollar AS dan 12.375 dollar AS. Selanjutnya, kelas atas adalah negara yang memiliki PNB per kapita sebesar 12.376 dollar AS atau lebih.

***

Di Australia, terjadi fenomena aneh di mana virus ini lebih banyak menulari orang-orang kaya di Australia. Serambinews.com mengutip Daily Mail pada Jumat (27/3/2020) beberapa kompleks orang-orang kaya di Australia adalah zona merah di mana wabah ini berkembang.

Hal ini terasa mengejutkan lantaran wabah ini tidak pandang bulu dalam menginfeksi penderitanya.

Menurut penelusuran, ada laporan bahwa kebiasaan hidup orang-orang berduit di Australia diduga menjadi pemicunya.

Hingga Jumat (27/3) tercatat 93 dari 520 kasus Victoria yang dikonfirmasi berada di daerah elit Stonnington dan Semenanjung Mornington. Pinggirian kota Toorak dan Yarra Selatan yang subur berada di Stonnington.

Menurut keterangan, hal itu dipicu dari kebiasaan orang kaya Australia yang melakukan liburan dan perjalanan mewah dengan kapal pesiar.

Virus itu diduga menyebar di lingkungan orang kaya setelah dibawa kembali dari pejalanan ski di Aspen.

Otoritas kesehatan Victoria memantau kluster perjalanan orang-orang yang melakukan ski di Colorado diyakini berasal dari satu kelompok.

Ditengarai bahwa salah seorang dari kelompok itu telah berkeliling dunia, sebelum mengunjungi Aspen dan menyebar-kan virus. Puluhan infeksi diyakini berasal dari satu kelompok tersebut.

Kemudian, salah satu peserta ski di Aspen menularkan virus itu setelah menghadiri pesta ulang tahun ke-50 tokoh properti Glen Wright yang juga dihadiri orang-orang kaya. Pesta mewah yang diadakan di restoran Sails di Noosa menjadi kluster penyebaran virus corona. Setidaknya 30 orang kaya dalam pesta itu terinfeksi virus corona.

Sementara pria lain yang kini memakai ventilator, terindikasi terkena virus karena menghadiri pesta koktail di Toorak.

Mantan bendahara Partai Liberal negara bagian yang dianggap sebagai orang terkaya ke-187 di Australia,  juga terinfeksi virus corona.

Pengusaha Sophie Carnegie dan koleganya Michael Backwell juga berada di satu grup kelompok ski di Aspen.

Data pantauan Departemen Kesehatan NSW menunjukkan lebih dari 20 penerbangan internasional dalam satu bulan, orang-orang yang terinfeksi kebanyakan dari kelas pertama. Kelas ini adalah kelas di mana seringkali diisi oleh orang-orang yang berduit.

***

Kasus pertama pasien tertular virus corona yang terjadi di Indonesia menimpa dua warga Depok, Jawa Barat. Hal ini diumumkan langsung Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, (2/3/2020).

Bermula dari seorang ibu dan anak, tertular WN Jepang. Menurut Presiden Jokowi, dua WNI itu merupakan seorang ibu (64 tahun) dan putrinya (31 tahun). Keduanya diduga tertular virus corona karena kontak dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia. Warga Jepang itu terdeteksi positif Corona setelah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia. Tim Kemenkes pun melakukan penelusuran dengan siapa WN Jepang itu melakukan kontak selama di Indonesia.

“Orang Jepang ke Indonesia bertamu siapa, ditelusuri dan ketemu. Ternyata orang yang terkena virus corona berhubungan dengan dua orang, ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun,” kata Jokowi.

Kementerian Kesehatan menduga sang anak tertular corona saat berdansa dengan warga negara Jepang di sebuah klub di Jakarta pada 14 Februari lalu. Sesdirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto menyebut, total ada 50 orang yang berdansa di acara itu.

“Setelah selesai dansa kurang lebih 50 orang, dan itu multinasional, maka tanggal 16 Februari si wanita mengeluh batuk dan agak panas, kemudian berobat ke dokter,” kata Yuri di Istana Kepresidenan, Jakarta, (02/03/2020). Yuri pun memastikan Kemenkes berupaya untuk melakukan tracking kepada semua orang yang ikut berdansa pada acara itu. “Kami tracking kelompok dansanya karena nationality-nya banyak warga beberapa negara, sedang kita tracking dengan pemeriksaan lebih lanjut,” kata dia.

Seketika kita teringat guyonan beberapa Menteri bahwa wabah virus corona malas menyebar di Indonesia, tidak berbahaya, istilah  zaman doeloe : “Belanda masih Jauh” !! — kini virus corona mulai menampakkan dirinya, menyebar dan  merisaukan.

Kita pun terkejut ketika membaca berita dan menyaksikan di berbagai siaran TV nasional yang memberitakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumarno dinyatakan positif covid-19. Kemudian beberapa Dirjen Kementerian,  sejumlah Walikota/Wakil walikota, Bupati dan pejabat daerah lainnya ternyata positif covid-19. Bahkan ada di antara mereka dikabarkan meninggal dunia akibat positif covid-19.

Deputi Bidang Pengendalian Kependudukan dan Pemukiman DKI Jakarta Suharti mengatakan kasus pasien positif terinfeksi Virus Corona banyak terjadi di pemukiman tidak kumuh alias orang kaya.

“Kami temukan untuk saat ini, mudah-mudahan tidak terjadi sebaliknya, bahwa masih banyak terjadi di permukiman yang bukan permukiman kumuh,” ujar Suharti di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (Indopolitika.com,12/3/2020).

Dari 24 tenaga medis yang meninggal dunia dalam menangani pasien covid-19, ternyata ada 2 guru besar yang merupakan dosen penulis saat menempuh program magister kesehatan masyarakat di Universitas Indonesia.

Di Kota Makassar sebagai epicentrum penyebaran virus Corona di Sulawesi Selatan bahkan Indonesia Bagian Timur, kita dikejutkan dengan ditemukannya seorang pasien terkonfirmasi  positif corona, seusai pulang umroh. Dikabarkan pula, seorang mantan dosen FMIPA Unhas dan anggota DPRD Sulawesi Selatan selama 2 periode meninggal positif covid-19. Di pekuburan Gowa, telah dikebumikan antara lain seorang staf pegawai Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi  Selatan dan Bupati Morowali Utara akibat positif virus corona.

Sebelumnya, mantan Rektor Unhas 2 periode lalu, setelah memerik-sakan dirinya ternyata positif virus corona. Begitu pula, seorang Direktur Pendidikan Unhas dan dosen Departemen Epidemiologi FKM-Unhas juga terinfeksi virus corona. Bahkan Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan yang menangani gugus covid-19 lebih awal positif covid-19. Gubernur Sulawesi Selatan ‘menganjurkan’nya untuk isolasi mandiri.

Bisa Menular  ke Pemukiman Kumuh

Suharti selaku Deputi Bidang Pengendalian Kependudukan dan Pemukiman DKI Jakarta mengatakan Pemprov DKI Jakarta ingin mencegah penularan virus Corona agar tidak meluas. Pemprov DKI tidak ingin virus Corona menyebar ke permukiman padat penduduk dan kumuh.

“Akan lebih bahaya kalau masuk ke wilayah padat penduduk karena sirkulasi udara yang tidak bagus, penduduk dalam kondisi rumah yang tidak baik, tidak punya fasilitas di rumah untuk melakukan melakukan self karantina, dan sebagainya,” kata Suharti.

Suharti menambahkan, sebaran virus corona saat ini terjadi di Depok, Jawa Barat, dan Kemang, Jakarta Selatan. Karena itu, Pemprov DKI menetapkan jalur KRL commuterline rute Bogor-Depok-Jakarta Kota sebagai area berisiko tinggi penyebaran virus corona.

Belum lagi, budaya mudik jelang puasa dan lebaran dengan pemudik jutaan orang, dinilai akan membawa virus corona terutama dari kota berlabel-zona merah seperti Jakarta.

Desakan lockdown sejumlah perguruan tinggi ternama dan keinginan sejumlah gubernur berpenduduk besar, sepertinya tak tertiup  ‘angin segar’ dari pemerintah pusat. Karantina wilayah pun, dianggap kewenangan pusat. Tak ingin didesak pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota, pemerintah pusat mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Di Kota Makassar  yang  semula menerapkan  Pembatasan  Sosial  Berskala Kecil (PSBK), ternyata ‘kelabakan’ menghadapi perilaku warganya. Karena itu,  Pemkot Makassar akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang lebih ketat.

Penerapan PSBB akan menambah kerumitan bila kondisi ekonomi masyarakat tidak terjaga misalnya  pemutusan hubungan kerja (PHK), pengangguran, ketersediaan stok sandang-pangan, dllsbg. Mereka yang tinggal sejak pertengahan Maret, tentu akan gelisah dan mulai tak sabar.

Kita meng-apresiasi tinggi atas perjuangan dan kerja keras pemerintah,  tenaga medis dan paramedis, polisi, dan TNI serta seluruh dermawan dan relawan yang mengabdikan diri melawan virus corona.

Semoga berhasil !

 #pertapaan Bukit Baruga, 15/04/2020.